Tuesday, August 25, 2009

Cukuplah Kematian Sebagai Nasihat

“Perbanyaklah mengingat sesuatu yang melenyapkan semua kelezatan, yaitu kematian!” (HR. Tirmidzi) 

Berbahagialah hamba-hamba Allah yang senantiasa bercermin dari kematian. Tak ubahnya seperti guru yang baik, kematian memberikan banyak pelajaran, membingkai makna hidup, bahkan mengawasi alur kehidupan agar tak lari menyimpang.

Nilai-nilai pelajaran yang ingin diungkapkan guru kematian begitu banyak, menarik, bahkan menenteramkan. Di antaranya adalah apa yang mungkin sering kita rasakan dan lakukan.

Kematian mengingatkan bahwa waktu sangat berharga

Tak ada sesuatu pun buat seorang mukmin yang mampu mengingatkan betapa berharganya nilai waktu selain kematian. Tak seorang pun tahu berapa lama lagi jatah waktu pentasnya di dunia ini akan berakhir. Sebagaimana tak seorang pun tahu di mana kematian akan menjemputnya.

Ketika seorang manusia melalaikan nilai waktu pada hakekatnya ia sedang menggiring dirinya kepada jurang kebinasaan. Karena tak ada satu detik pun waktu terlewat melainkan ajal kian mendekat. Allah swt mengingatkan itu dalam surah Al-Anbiya ayat 1, “Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya).”

Ketika jatah waktu terhamburkan sia-sia, dan ajal sudah di depan mata. Tiba-tiba, lisan tergerak untuk mengatakan, “Ya Allah, mundurkan ajalku sedetik saja. Akan kugunakan itu untuk bertaubat dan mengejar ketinggalan.” Tapi sayang, permohonan tinggallah permohonan. Dan, kematian akan tetap datang tanpa ada perundingan.

Allah swt berfirman dalam surah Ibrahim ayat 44, “Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka, maka berkatalah orang-orang zalim: ‘Ya Tuhan kami, beri tangguhlah kami walaupun dalam waktu yang sedikit, niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau dan akan mengikuti rasul-rasul….”

Kematian mengingatkan bahwa kita bukan siapa-siapa

Kalau kehidupan dunia bisa diumpamakan dengan pentas sandiwara, maka kematian adalah akhir segala peran. Apa pun dan siapa pun peran yang telah dimainkan, ketika sutradara mengatakan ‘habis’, usai sudah permainan. Semua kembali kepada peran yang sebenarnya.

Lalu, masih kurang patutkah kita dikatakan orang gila ketika bersikeras akan tetap selamanya menjadi tokoh yang kita perankan. Hingga kapan pun. Padahal, sandiwara sudah berakhir.

Sebagus-bagusnya peran yang kita mainkan, tak akan pernah melekat selamanya. Silakan kita bangga ketika dapat peran sebagai orang kaya. Silakan kita menangis ketika berperan sebagai orang miskin yang menderita. Tapi, bangga dan menangis itu bukan untuk selamanya. Semuanya akan berakhir. Dan, peran-peran itu akan dikembalikan kepada sang sutradara untuk dimasukkan kedalam laci-laci peran.

Teramat naif kalau ada manusia yang berbangga dan yakin bahwa dia akan menjadi orang yang kaya dan berkuasa selamanya. Pun begitu, teramat naif kalau ada manusia yang merasa akan terus menderita selamanya. Semua berawal, dan juga akan berakhir. Dan akhir itu semua adalah kematian.

Kematian mengingatkan bahwa kita tak memiliki apa-apa

Fikih Islam menggariskan kita bahwa tak ada satu benda pun yang boleh ikut masuk ke liang lahat kecuali kain kafan. Siapa pun dia. Kaya atau miskin. Penguasa atau rakyat jelata Semuanya akan masuk lubang kubur bersama bungkusan kain kafan. Cuma kain kafan itu.

Itu pun masih bagus. Karena, kita terlahir dengan tidak membawa apa-apa. Cuma tubuh kecil yang telanjang.

Lalu, masih layakkah kita mengatasnamakan kesuksesan diri ketika kita meraih keberhasilan. Masih patutkah kita membangga-banggakan harta dengan sebutan kepemilikan. Kita datang dengan tidak membawa apa-apa dan pergi pun bersama sesuatu yang tak berharga.

Ternyata, semua hanya peran. Dan pemilik sebenarnya hanya Allah. Ketika peran usai, kepemilikan pun kembali kepada Allah. Lalu, dengan keadaan seperti itu, masihkah kita menyangkal bahwa kita bukan apa-apa. Dan, bukan siapa-siapa. Kecuali, hanya hamba Allah. Setelah itu, kehidupan pun berlalu melupakan peran yang pernah kita mainkan.

Kematian mengingatkan bahwa hidup sementara

Kejayaan dan kesuksesan kadang menghanyutkan anak manusia kepada sebuah khayalan bahwa ia akan hidup selamanya. Hingga kapan pun. Seolah ia ingin menyatakan kepada dunia bahwa tak satu pun yang mampu memisahkan antara dirinya dengan kenikmatan saat ini.

Ketika sapaan kematian mulai datang berupa rambut yang beruban, tenaga yang kian berkurang, wajah yang makin keriput, barulah ia tersadar. Bahwa, segalanya akan berpisah. Dan pemisah kenikmatan itu bernama kematian. Hidup tak jauh dari siklus: awal, berkembang, dan kemudian berakhir.

Kematian mengingatkan bahwa hidup begitu berharga

Seorang hamba Allah yang mengingat kematian akan senantiasa tersadar bahwa hidup teramat berharga. Hidup tak ubahnya seperti ladang pinjaman. Seorang petani yang cerdas akan memanfaatkan ladang itu dengan menanam tumbuhan yang berharga. Dengan sungguh-sungguh. Petani itu khawatir, ia tidak mendapat apa-apa ketika ladang harus dikembalikan.

Mungkin, inilah maksud ungkapan Imam Ghazali ketika menafsirkan surah Al-Qashash ayat 77, “Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) dunia…” dengan menyebut, “Ad-Dun-ya mazra’atul akhirah.” (Dunia adalah ladang buat akhirat)

Orang yang mencintai sesuatu takkan melewatkan sedetik pun waktunya untuk mengingat sesuatu itu. Termasuk, ketika kematian menjadi sesuatu yang paling diingat. Dengan memaknai kematian, berarti kita sedang menghargai arti kehidupan.

 

Sunday, August 23, 2009

yuuukkk.... berpantunn......!!!!!!!!!!!!

sambil menunggu wangsit, kita coba untuk berpantun, siapa tahu dengan berpantun kita bisa bermimpi, karena kata yang punya hikayat hidup ini cuma mimpi ?? dan mohon maaf bila pantun mimpi saya ini sudah basi ato bau terasi yang bikin perut mules lagi. 

 

nasi pecel lele sambelnya terasi,

terasa nikmat makan bersama isteri,

tampilkan ide dalam karya inovasi,

agar target perusahaan dapat diraih

 

makan berdua sambil nonton televisi,

hati greget karena drama inayah,

bila semua unit menampilkan inovasi,

target berapun tiada masalah

 

ini pantun sebatas permainan kata,

ditampilkan dalam sisi kata yang bermakna ,

punya ide jangan sebatas dalam kata,

tuangkan dalam karya inovasi lebih berguna

 

Tips sehat buka puasa di bulan Ramadhan

Perlu diperhatikan agar tetap segar kuat dan fit dalam beraktivitas baik di dalam rumah maupun di luar rumah (kantor, toko, mall, pabrik, warung, dll).

Perubahan jadwal makan pastinya akan membuat proses metabolisme tubuh juga berubah sehingga perlu penyesuaian di awal-awal bulan puasa. Demikian juga asupan karbohidrat, protein dan vitamin yang sangat mendukung kinerja alat tubuh secara optimal otomatis berubah takarannya, terutama dalam waktu konsumsinya.

Kalau di hari-hari biasa, acara ngemil dapat dilakukan kapan saja dan sebenarnya turut membantu mencukupi kebutuhan akan karbohidrat, protein dan vitamin. Namun saat Ramadhan tiba, silahkan diteruskan kebiasaan tersebut dan dijamin tidak mendapat pahala berpuasa :)

Mudah-mudahan tips sehat berbuka puasa ini dapat membantu untuk menjaga tubuh sahabat Rumah Islami tetap segar fit dan kuat sepanjang hari di bulan suci Ramadhan. Biar mudik Lebarannya tetap prima :)

Agar Kondisi Tetap Prima Kendati Tengah Berpuasa

Jangan lupa selalu mengkonsumsi makanan bergizi baik pada saat sahur atau berbuka puasa. Walau menu sederhana, yang penting mengandung lima unsur gizi lengkap seperti protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

Upayakan untuk mencegah dehidrasi tubuh dengan banyak minum air putih pada malam hari. Hal ini penting dilakukan, karena pada siang hari aktivitas kita cenderung banyak mengeluarkan keringat baik di ruangan terbuka atau ber-AC.

Pada saat berbuka, awali buka puasa Anda dengan makanan atau minuman hangat dan manis seperti kolak, setup, ataupun minuman manis lainnya. Tapi ingat, jangan mengkonsumsi minuman yang mengandung soda, karena dapat menimbulkan akibat buruk bagi perut Anda.

Jangan langsung minum air dingin atau es, sebaliknya biasakanlah berbuka dengan minuman yang hangat. Perut yang kosong bisa menjadi kembung, bila Anda langsung berbuka puasa dengan air dingin, karena asam lambung dalam tubuh kita akan terbentuk semakin banyak.

Kemudian beristirahatlah kurang lebih satu jam sebelum menyantap hidangan berbuka yang telah dihidangkan. Tujuannya untuk memberikan keseimbangan terlebih dahulu pada pencernaan kita. Ingat, jangan mengkonsumsi makanan berlebihan dan makanan asinan.

Berbuka puasa hendaknya dilakukan secara bertahap dan tidak terburu-buru agar lambung tidak "kaget". Dengan demikian kerja lambung tidak terlampau berat. Untuk meringankan kerja pencernaan, kunyah makanan dengan baik.

Agar Anda mampu menahan rasa lapar, perbanyaklah mengkonsumsi jenis makanan berserat yang banyak terdapat dalam sayur dan buah. Tubuh kita memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna makanan yang banyak mengandung serat.

Selain memperbanyak makanan berserat dan makanan yang mengandung protein, sebaiknya Anda juga menyediakan jenis makanan yang mengandung vitamin dan mineral serta makanan tambahan agar tubuh tetap segar bugar sepanjang hari.

Vitamin yang penting dikonsumsi setiap hari adalah vitamin A, B, dan C. Tapi kalau Anda sudah makan buah berwarna kuning atau merah, sayur berwarna hijau tua, kacang-kacangan, maka tak perlu khawatir kekurangan vitamin tersebut.

Bagi penderita sakit lambung makanan yang sebaiknya dihindari adalah ketan, mie, daging berlemak, ikan dan daging yang diawetkan, sayuran mentah, sayuran berserat, minuman yang mengandung soda, dan bumbu yang tajam (cuka, cabai, asam). Jenis makanan tersebut bisa menimbulkan gas yang berpengaruh meningkatkan produksi asam lambung.

Bagi mereka yang berat badannya melebihi berat badan ideal, sebaiknya selama berpuasa pun tetap menghindari makanan yang tinggi kolesterolnya, misalnya lemak hewan, margarin, mentega. Selain itu, sebaiknya Anda menghindari makanan yang manis-manis, seperti dodol, sirup, cokelat, kue tar, es krim. "Selain lebih banyak mengkonsumsi sayur, buah, dan daging tanpa lemak, pengolahan makanannya pun sebaiknya jangan digoreng."

Sedang bagi mereka yang terlalu kurus, selama berpuasa sebaiknya menambah porsi susunya dan menghindari makanan yang sulit dicerna seperti sayuran berserat kasar (daun singkong, daun pepaya).

Bagi mereka yang berusia lanjut, aturlah pola makan saat berbuka puasa juga secara bertahap. Makanlah jumlah
yang lebih sedikit, namun dilakukan beberapa kali.

"Selamat menjalankan ibadah puasa"

Friday, August 21, 2009

Dicari............


Tolong disebarluaskan ya.................

Sapa tau!!!! ada yg pernah ketemu.........

Thursday, August 20, 2009

LISAN ANDA PADA BULAN RAMADHAN

            Lisan Anda punya ibadah khusus pada bulan Ramadhan. Sebagaian berupa dzikir, dan sebagian lagi berupa diam. Diam itu sendiri adalah satu pengertian “shaum” sebagaimana dikatakan oleh Maryam “ sesungguhnya aku telah bernazar shaum untuk Ar-Rahman, maka aku akan tidak berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini ( Lihat : Maryam : 26 )          

            Shaum Maryam yang disebutkan diatas berupa diam dan tidak berbicara. Adapun shaum yang dituntut shaum kita saat ini adalah menahan diri untuk tidak mengatakan hal-hal berdosa serta menjaga agar jangan sampai kita mengucapkan sesuatu yang tercela. 

            Berucap dan berbicara memang memiliki beberapa cela antara lain menggunjing ( ghibah) , mengadu domba ( namimah), berdusta, mencela, mencerca, berkata palsu, mempermainkan kehormatan orang dan merendahkan martabat seseorang . 

            Jika seseorang shaum tidak bisa menjaga lidahnya dari penyakit-penyakit yang diharamkan, lantas apa gunanya ia shaum ? apakah mungkin taqwa yang didambakan sebagai ujung shaum itu akan tercapai dengan kondisi semacam itu ? Salah satu penyakit lidah saja misalnya yaitu berkata palsu, sudah bisa menghempaskan spirit shaum dan menghilangkan keindahannya. 

            Karena itu Rasulullah Saw, melarang perusakan tembok shaum dengan penyakit-penyakit tersebut, sehingga dengan demikian shaum itu tidak lagi akan berperan sebagai perisai atau pelindung , Beliau bersabda :   Shaum itu adalah perisai, maka jika seseorang di antara kalian itu tengah shaum , janganlah ia berkata kotor di waktu itu ataupun berucap gaduh. Lalu jika ada seseorang mencela atau melawannya, maka hendaklah ia mengatakan aku sedang bershaum. ( HR. Muslim ) 

            Ibnul Jauzi mengatakan, berapa banyak orang shaum menahan dari lapar dan dahaga namun ia berbuka dengan aneka perkataan ? berapa banyak orang yang melaksanakan sholat malam tetapi ia gemar menganiaya orang lain ? orang seperti ini telah berdosa atas lisan dan tindakannya, serta tidak mendapat pahala atas shaum dan sholat malamnya. 

            Ramadhan adalah hari-hari yang terbatas, maka agungkanlah ia dan manfaatkan momen-momennya. Pagarilah ia dari pedang lidah dan panah kata-kata, baik dalam kondisi serius maupun bercanda, serta dalam kondisi suka maupun marah. 

            Saudaraku yang sedang shaum, sungguh ramadhan merupakan kesempatan bagi manusia untuk melatih lisan menekuni peribadatan. Lisan punya bentuk peribadatan khusus, yang berkisar antara pelaksanaan hal-hal fardhu, wajib dan sunnah serta antara peninggalan atas hal-hal yang haram dan makruh. 

            Persoalan lisan tidaklah sama dengan persoalan organ tubuh lainnya. Sebab itu, dalam sebuah hadist disebutkan bahwa ketika seseorang manusia itu bangkit diwaktu pagi, seluruh anggota badannya itu memperingatkan dan mengancam sang lidah. Mereka serentak berkata “ Takutlah kamu wahai lidah kepada Allah. Sebab kami ini ikut bersamamu. Jika kamu lurus, maka kamipun ikut lurus dan jika kamu bengkok, maka kami pun akan bengkok. ( HR At-Turmudzi dan Ahmad ) 

            “ Yaa Allah, lepaskan lisan kami untuk focus berdzikir dan bersyukur kepada-MU, serta untuk mendakwahkan agama-MU. Cegahlah ia agar tidak mengikuti hal-hal yang menghinakan kami serta juga dari hal-hal yang tidak berguna bagi kami. Amin… ( Sumber : Ramadhan sepenuh hati , Dr.Abdul Aziz Kamil ) 

                                               ==========================

Lisan merupakan bagian tubuh yang paling banyak digunakan dalam keseharian kita. Oleh karena itu, sangat penting untuk menjaga lisan kita. Apakah banyak kebaikannya dengan menyampaikan yang haq ataupun malah terjerumus ke dalam dosa dan maksiat.

Pada berbagai pertemuan, seringkali kita mendapati pembicaraan berupa gunjingan (ghibah), mengadu domba (namimah) atau maksiat lainnya. Padahal, Alloh Subhanahu wa Ta’ala melarang hal tersebut. Alloh menggambarkan ghibah dengan suatu yang amat kotor dan menjijikkan. Alloh berfirman yang artinya, “Dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Apakah salah seorang di antara kamu suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik dengannya.” (Al-Hujurat: 12)

Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam telah menerangkan makna ghibah (menggunjing) ini. Beliau bersabda, “Tahukah kalian apakah ghibah itu?” Mereka menjawab, “Alloh dan Rosul-Nya yang lebih mengetahui” Beliau bersabda, “Engkau mengabarkan tentang saudaramu dengan sesuatu yang dibencinya.” Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang aku katakan itu memang terdapat pada saudaraku?” Beliau menjawab, “Jika apa yang kamu katakan terdapat pada saudaramu, maka engkau telah menggunjingnya (melakukan ghibah) dan jika ia tidak terdapat padanya maka engkau telah berdusta atasnya.” (HR. Muslim)

Jadi, ghibah adalah menyebutkan sesuatu yang terdapat pada diri seorang muslim, baik tentang agama, kekayaan, akhlak, atau bentuk lahiriyahnya, sedang ia tidak suka jika hal itu disebutkan, dengan membeberkan aib, menirukan tingkah laku atau gerak tertentu dari orang yang dipergunjingkan dengan maksud mengolok-ngolok. Banyak orang meremehkan masalah ghibah, padahal dalam pandangan Alloh ia adalah sesuatu yang keji dan kotor. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Riba itu ada tujuh puluh dua pintu, yang paling ringan daripadanya sama dengan seorang laki-laki yang menyetubuhi ibunya (sendiri), dan riba yang paling berat adalah pergunjingan seorang laki-laki atas kehormatan saudaranya.” (As-Silsilah As-Shahihah, 1871)

Wajib bagi orang yang hadir dalam majelis yang sedang menggunjing orang lain, untuk mencegah kemunkaran dan membela saudaranya yang dipergunjingkan. Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam sangat menganjurkan hal itu, sebagaimana dalam sabdanya, “Barangsiapa membela (ghibah atas) kehormatan saudaranya, niscaya pada hari kiamat Alloh akan menghindarkan api Neraka dari wajahnya.” (HR. Ahmad)

Demikian pula halnya dalam mengadu domba (namimah). Mengadukan ucapan seseorang kepada orang lain dengan tujuan merusak hubungan di antara keduanya adalah salah satu faktor yang menyebabkan terputusnya ikatan, serta menyulut api kebencian dan permusuhan antar manusia. Alloh mencela pelaku perbuatan tersebut dalam firmanNya, “Dan janganlah kamu ikuti setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina, yang banyak mencela, yang kesana kemari menghambur fitnah.” (Al-Qalam: 10-11). Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga al-qattat (tukang adu domba).” (HR. Bukhari). Ibnu Atsir menjelaskan, “Al-Qattat adalah orang yang menguping (mencuri dengar pembicaraan), tanpa sepengetahuan mereka, lalu ia membawa pembicaraan tersebut kepada orang lain dengan tujuan mengadu domba.” (An-Nihayah 4/11)

Oleh karena itu ada beberapa hal penting perlu kita perhatikan dalam menjaga lisan. Pertama, hendaknya pembicaraan kita selalu diarahkan ke dalam kebaikan. Alloh Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisik-bisikan mereka, kecuali bisik-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia.” (An-Nisa: 114)

Kedua, tidak membicarakan sesuatu yang tidak berguna bagi diri kita maupun orang lain yang akan mendengarkan. Rosululloh shollallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Termasuk kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan sesuatu yang tidak berguna.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Ketiga, tidak membicarakan semua yang kita dengar. Abu Huroiroh rodhiyallohu ‘anhu berkata, Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah menjadi suatu dosa bagi seseorang yaitu apabila ia membicarakan semua apa yang telah ia dengar.” (HR. Muslim)

Keempat, menghindari perdebatan dan saling membantah, sekali-pun kita berada di pihak yang benar dan menjauhi perkataan dusta sekalipun bercanda. Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku adalah penjamin sebuah istana di taman surga bagi siapa saja yang menghindari pertikaian (perdebatan) sekalipun ia benar; dan (penjamin) istana di tengah-tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan dusta sekalipun bercanda.” (HR. Abu Daud dan dihasankan oleh Al-Albani)

Kelima, Tenang dalam berbicara dan tidak tergesa-gesa. Aisyah rodhiallohu ‘anha berkata, “Sesungguhnya Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam apabila membicarakan suatu hal, dan ada orang yang mau menghitungnya, niscaya ia dapat menghitungnya” (HR. Bukhari-Muslim). Semoga Alloh Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menjaga diri kita, sehingga diri kita senantiasa berada dalam kebaikan. Wallohu’alam.


Beberapa Hadits Dha'if Dan Palsu Seputar Puasa Ramadhan



Diantara permasalahan di bulan Ramadhan adalah adanya hadits-hadits Dha'if (lemah) yang sering disebarkan atau diucapkan oleh penceramah tanpa menyebutkan kualitas hadits tersebut, baik karena ketidaktahuan atau menganggapnya hadits yang shahih.

Untuk itu, perlu sedikit disini kita mengetahui beberapa diantara hadits-hadits tersebut:

1. Hadits

لَوْ يَعْلَمُ اْلعِبَادُ مَا فِي رَمَضَانَ لَتَمَنَّتْ أُمَّتيِ أَنْ يَكُوْنَ رَمَضاَنُ السَّنَةَ كُلَّهَا، إِنّ اْلجَنَّةَ لَتُزَيَّنُ لِرَمَضَانَ مِنْ رَأْسِ اْلحَوْلِ إِلىَ اْلحَوْلِ ...

"Seandainya hamba-hamba tahu apa yang ada di bulan Ramadhan pasti ummatku akan berangan-angan agar Ramadhan itu jadi satu tahun seluruhnya, sesungguhnya Surga dihiasi untuk Ramadhan dari awal tahun kepada tahun berikutnya...." hadits ini panjang.

Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah (no. 1886) dan dinukil oleh Ibnul Jauzi dalam Kitabul Maudhu'at (Kitab tentang Hadits-hadits palsu, 2/188-189) dan Abu Ya'la di dalam Musnad -nya sebagaimana pada al-Muthalibul Aaliyah (Bab A-B/ manuskrip) dari jalan Jabir bin Burdah, dari Abi Mas'ud Al-Ghifari.

Hadits ini Maudhu' (palsu), cacatnya pada Jabir bin Ayyub, riwayat hidupnya dinukil Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan (2/101) dan (beliau) berkata: "Terkenal dengan kelemahan (dha'if)" beliau juga menukil ucapan Abu Nu'aim tentangnya: "Dia itu suka memalsukan hadits." Al-Bukhari juga berkata, "Haditsnya tertolak", dan menurut an-Nasai, "matruk" (ditinggalkan/tidak dipakai haditsnya)."!!

2. Hadits

يَا أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ الله ُصِيَامَهُ فَرِيْضَةً وَقِيَامَ لَيْلَتِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ اْلخَيْرِ كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ ... وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَوَسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرَهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ ...

"Wahai manusia sungguh telah datang pada kalian bulan yang agung, bulan yang di dalamnya ada malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah menjadikan puasanya sebagai kewajiban, dan shalat malamnya sebagai sunnat. Barangsiapa mendekatkan diri di dalamnya dengan suatu perkara kebaikan maka dia seperti orang yang menunaikan suatu kewajiban pada bulan lainnya.. dialah bulan yang awalnya itu rahmat, pertengahannya itu maghfirah/ampunan, dan akhirnya itu 'itqun minan naar/bebas dari neraka.." sampai selesai.

Dua murid terpercaya Syeikh Al-Bani (wafat 2 Oktober 1999) yakni Syeikh Ali Hasan dan Syeikh Al-Hilaly mengemukakan, hadits itu juga panjang dan dicukupkan dengan membawakan perkataan ulama yang paling masyhur.

Menurut murid ahli hadits ini, hadits tersebut diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah juga, (no. 1887), dan Al-Muhamili di dalam Amali -nya (no 293) dan Al-Ashbahani di dalam At-Targhib (Q/178, B/ manuskrip) dari jalan Ali bin Zaid Jad'an dari Sa'id bin Al-Musayyib dari Salman.

Hadits ini, menurut dua murid ulama Hadits tersebut, sanadnya Dhaif (lemah) karena lemahnya Ali bin Zaid.

Ibnu Sa'ad berkata, "Di dalamnya ada kelemahan dan jangan berhujjah dengannya," dan Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, "Tidak kuat". Ibnu Ma'in berkata, "Dha'if." Ibnu Abi Khaitsamah berkata, "Lemah di segala segi", dan Ibnu Khuzaimah berkata: "Jangan berhujjah dengan hadits ini karena jelek hafalannya." demikianlah di dalam Tahdzibut Tahdzib (7/322-323).

3. Hadits

صُوْمُوْا تًصِحُّوْا

"Berpuasalah maka kamu sekalian sehat."

Hadits tersebut merupakan potongan dari hadits riwayat Ibnu Adi di dalam al-Kamil (7/2521) dari jalan Nahsyal bin Said, dari ad-Dhahhak, dari Ibnu Abbas.

Nahsyal itu termasuk yang ditinggal (tidak dipakai) karena dia pendusta, sedang Ad-Dhahhaak tidak mendengar dari Ibnu Abbas.

Dan diriwayatkan oleh at-Thabrani di dalam al-Ausath (1/Q, 69/ al-Majma'ul Bahrain ) dan Abu Na'im di dalam ath-Thibbun Nabawi , dari jalan Muhammad bin Sulaiman bin Abi Daud, dari Zuhai bin Muhammad, dari Suhail bin Abi Shalih, dari Abi Hurairah. Sanadnya Dha'if (lemah). ( Berpuasa menurut Sunnah Rasulullah SAW , hal. 84).

Peringatan bagi orang yang meninggalkan puasa tanpa alasan dibawakan oleh Abu Umamah Al Bahili, ia berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, "Ketika aku sedang tidur tiba-tiba ada dua orang yang datang dan memegang pangkal lenganku dan membawaku ke sebuah gunung yang tinggi seraya berkata: "naiklah!" aku berkata: "aku tidak bisa", keduanya berkata lagi: "kami akan memberi kemudahan kepadamu", lalu akupun naik sampai ke pertengahan, tiba-tiba terdengar suara keras. Aku bertanya: "Suara apa itu?" Mereka menjawab: "Itu suara teriakan penghuni Neraka" Kemudian mereka membawaku mendaki lagi, tiba-tiba aku melihat sekelompok orang yang digantung dengan urat belakang mereka, dari pinggiran mulutnya mengeluarkan darah. Aku bertanya: "Siapakah mereka?" Dijawab: "Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa (pada) bulan Ramadhan sebelum tiba waktunya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim, Shalat Tarawih )

"Mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan di akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah)." (Adz-Dzariyat: 17-18).

4. Hadits

الصَّائِمُ فِي عِبَادَةٍ وَإِنْ كَانَ رَاقِدًا عَلَى فِرَاشِهِ
“Orang yang berpuasa adalah (tetap) di dalam ibadah meskipun dia terbaring (tidur) diatas tempat tidurnya”

Hadits ini sering kali kita dengar, paling tidak, maknanya bahwa ada yang mengatakan tidurnya orang yang berpuasa itu adalah ibadah sehingga kemudian ini dijadikan alasan untuk menghabiskan waktu dengan tidur saja. Bahkan barangkali karenanya, shalat lima waktu ada yang bolong padahal kualitas hadits ini adalah DHO’IF (lemah).

Hadits tersebut disebutkan oleh Imam as-Suyuthiy di dalam kitabnya “al-Jami’ ash-Shaghir” , riwayat ad-Dailamy di dalam Musnad al-Firdaus dari Anas. Imam al-Manawy memberikan komentar dengan ucapannya, “Di dalamnya terdapat periwayat bernama Muhammad bin Ahmad bin Sahl, Imam adz- Dzahaby berkata di dalam kitabnya adh-Dhu’afa , ‘Ibnu ‘Ady berkata, ‘(dia) termasuk orang yang suka memalsukan hadits.”

Menurut Syaikh al-Albany, hadits ini ada pada riwayat yang lain tanpa periwayat tersebut sehingga dengan demikian, hadits ini bisa terselamatkan dari status Maudlu’ , tetapi tetap DHO’IF.

Syaikh al-Albany juga menyebutkan bahwa Abdullah bin Ahmad di dalam kitabnya Zawa-`id az-Zuhd , hal. 303 meriwayatkan hadits tersebut dari ucapan Abi al-‘Aliyah secara mauquf dengan tambahan: ما لم يغتب ( selama dia tidak menggunjing/ghibah ). Dan sanad yang satu ini adalah Shahih, barangkali inilah asal hadits. Ia Mauquf (yaitu hadits yang hanya diriwayatkan oleh Shahabat atau Tabi’in) lantas sebagian periwayat yang lemah keliru dengan menjadikannya Marfu’ (hadits yang sampai kepada Rasulullah). Wallahu a’lam. ( Silsilah al-Ahadits adl-Dlo’ifah wa al-Maudlu’ah , jld.II, karya Syaikh al-Albany, no. 653, hal. 106).

Semoga dengan penjelasan ini kita lebih berhati-hati di dalam menyaring hadits yang berkembang dan beredar di sekitar kita, dengan menyikapinya secara kritis dan bertanya tentang kualitasnya bilamana ragu untuk mengamalkannya

Alkisah Gema

“Dan tiadalah kehidupan dunia ini, selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kamu memahaminya?” QS.Al-An’am [6] :32.
Seorang bocah mengisi waktu luang dengan kegiatan mendaki gunung bersama ayahnya. Entah mengapa, tiba-tiba si bocah tersandung akar pohon dan jatuh. " Aduhh!" jeritannya memecah keheningan suasana pegunungan.
Si bocah amat terkejut, ketika ia mendengar suara di kejauhan menirukan teriakannya persis sama, " Aduhh!".
Dasar anak-anak, ia berteriak lagi, " Hei! Siapa kau?" Jawaban yang terdengar, " Hei! Siapa kau?" Lantaran kesal mengetahui suaranya selalu ditirukan, si anak berseru, " Pengecut kamu!" Lagi-lagi ia terkejut ketika suara dari sana membalasnya dengan umpatan serupa.
Ia bertanya kepada sang ayah, " Apa yang terjadi?" Dengan penuh kearifan sang ayah tersenyum, " Anakku, coba perhatikan." Lelaki itu berkata keras, " Saya kagum padamu!" Suara di kejauhan menjawab, Saya kagum padamu!" Sekali lagi sang ayah berteriak " Kamu sang juara !" Suara itu menjawab, " Kamu sang juara!" Sang bocah sangat keheranan, meski demikian ia tetap belum mengerti.
Lalu sang ayah menjelaskan, "Suara itu adalah gema , tapi sesungguhnya itulah kehidupan."
Kehidupan memberi umpan balik atas semua ucapan dan tindakanmu. Dengan kata lain, kehidupan kita adalah sebuah pantulan atau bayangan atas tindakan kita.
Bila kamu ingin mendapatkan lebih banyak cinta di dunia ini, ya ciptakan cinta di dalam hatimu.
“Bila kamu menginginkan tim kerjamu punya kemampuan tinggi, ya tingkatkan kemampuan itu.
Hidup akan memberikan kembali segala sesuatu yang telah kau berikan kepadanya.
Ingat, hidup bukan sebuah kebetulan tapi sebuah bayangan dirimu”.

Wednesday, August 19, 2009

Virtual world On Web

Ini merupakan pemikiran saya .
Namun berikut ada beberapa hal-hal yang perlu diketahui dan dipertimbangkan:
1.Facebook adalah aplikasi web yang tujuannya untuk komunikasi sosial.
2.Facebook adalah PEMILIK semua isinya ( http://www.facebook.com/terms.php )

Nah berikut adalah kekeliruan yang sering kalian pikir benar:

Semua posting saya di Facebook account saya adalah milik saya!

Ini adalah salah besar. Memang kalian bisa mengkontrol siapa yang bisa akses terhadap postingan kalian. Kalian bisa mengatur siapa yang bisa baca blog saya, siapa yang bisa lihat photo saya dan sebagainya. Tetapi apapun yang sudah upload ke Facebook sudah menjadi hak milik (property) dari Facebook. Facebook berhak melakukan apa saja terhadap isi yang sudah kita upload.

Jika kitaupload photo anak-anak kita. Maka suatu ketika ada iklan produk bayi yang photonya anak kita ya jangan kaget. Kalau para bajul upload photo bugil dan kinky dan meski hanya diset yang bisa akses diri sendiri, jangan kaget kalau photo itu suatu saat muncul dalam bentuk iklan kondom.

Kok bisa? Ya bisa!

Karena Facebook punya hak menjual semua isi Facebook.

Makanya, jangan posting sesuatu yang isinya benar-benar private. Jangan post photo keluarga, photo anak-anak, dsb yang punya nilai kenangan.

Jangan post sesuatu yang punya nilai hak cipta milik anda. Misalnya ada yang mengarang buku lalu post di Facebook. Facebook berhak menjual buku anda! Karena dengan post di Facebook anda menyatakan itu milik Facebook!

Satu hal lagi yang crucial:
Kalau anda post sesuatu di facebook lalu menghapusnya, jangan berpikir bahwa anda sudah benar-benar menghapusnya. Apa pun yang sudah di post di facebook itu sudah menjadi milik facebook dan mereka simpan. Kalau anda menghapus, itu hanya menghapus access di acount anda saja. Physically, postingan anda still there!

Waosan kang mersudi kabudayan Jawi




Waosan meniko dipun cuplik kasugataken kagem poro sutresno kabudayan Jawi, mbok bilih mboten reno ing penggalih, sumonggo mboten sah dipun terasaken anggenipun maos lan nyuwun pangapunten.

Wong merdiko kang mersudi kabudayan Jawi, bakal hanggayuh sejatine becik ==> BUTIR-BUTIR BUDOYO JAWI

Pitudúh : 1
Kahanan donyå iku ora langgêng, mulå åjå ngêgungaké kasugihan lan drajadira, awít samångså wolak-walikíng jaman ora kisinan.
Pitudúh : 2
Kahanan kang ånå iki ora suwé mêsthi ngalami owah gingsír, mulå åjå lali marang sapådhå-padhaníng tumitah.

Pitudúh : 3
Síng såpå sênêng ngrusak katêntrêmaníng liyan bakal dibêndhu déning Pangéran lan diwêlèhaké déning tumind
aké dhéwé.
Pitudúh : 4
Watakíng manungså iku kêpingín kuwåså, nangíng Pangéran iku bakal maríngaké
panguwåså miturút kêrsané Pangéran pribadi.
Pitudúh : 5
Janmå iku tan kênå kinåyå ngåpå, mulå sirå åjå sênêng ngaku lan rumangsa pintêr dhéwé.

Pitudúh : 6
Ramé ing gawé sêpi ing pamrih, mêmayu hayuníng bawånå.
Pitudúh : 7
Manungså sadêrmå nglakóni, kadyå wayang saupamané.

Pitudúh : 8

Mulat sarirå, tansah élíng lan waspådå.
Pitudúh : 9
Sabêgjå-bêgjané kang lali, luwih bêgjå kang élíng klawan waspådå.
Pitudúh : 10

Síng såpå salah sèlèh, lan mélík nggéndhóng lali.
Pitudúh : 11
Nglurúg tanpå bålå, sugíh ora nyimpên, sêkti tånpå maguru, lan mênang tanpå ngasóraké.
Pitudúh : 12

Yèn sirå dibêciki liyan tulisên ing watu supåyå ora ilang lan tansah kèlingan, yèn sirå gawé kabêcikan marang liyan tulisên ing lêmah, supåyå énggal ilang lan ora kèlingan.
Pitudúh : 13
Síng sênêng gawé nêlangsané liyan iku ing têmbé bakal kênå piwalês såkå panggawéné dhéwé.
Pitudúh : 14

Lamún sirå múng sênêng dialêm baé, ing têmbé kêtêmu bab-bab kang kurang prayogå.
Pitudúh : 15

Wani ngalah luhúr wêkasané.
Wêwalêr : 16
Åjå sênêng gawé rusakíng liyan, jalaran sirå bakal kênå siku dhêndhaning Guru Sêjatinirå.
Wêwalêr : 17
Åjå sira nyacad piyandêling liy
an, jalaran durúng mêsthi yèn piyandêlirå iku síng bênêr dhéwé.
Wêwalêr : 18
Åjå lali marang kêbêcikan liyan.
Wêwalêr : 19

Åjå sirå dêgsurå, ngaku luwíh pintêr tinimbang séjéné.
Wêwalêr : 20
Åjå rumangsa bênêr dhéwé, jalaran ing donya iki ora ånå síng bênêr dhéwé.

Wêwalêr : 21

Åjå wêdi kangèlan, jalaran uríp anèng donyå iku pancèn angèl.
Wêwalêr : 22
Åjå gawé sêrík atining liyan lan åjå golèk mungsúh.
Wêwalêr : 23

Åjå sirå mulang gêthing marang liyan, jalaran iku bakal nandúr cêcongkrahan kang ora ånå uwis-uwisé.
Wêwalêr : 24
Åjå ngumbar håwå napsu lan åjå
mélík darbèkíng liyan, mundhak sêngsårå uripé.

Monday, August 17, 2009

Can't Hold On





Dulu ku pernah bilang.....
bahwa ku ingin selalu melindungi dan menjagamu,
tapi nyatanya ku yang selalu menyakiti hatimu.
Gak ada pertanyaan yang gak terjawab,
Gak ada kata tanpa rasa sendu dan bahagia....


Emosi adalah pengikat jiwa.....
Ketenangan adalah raga dunia ini...
Tak ada jalan cuma Allah yang jadi jalan.




Detik" Proklamasi



Flower untukmu


Mungkin bunga yang Q brikan..
kan layu atu matii..
Tapi apakah bunga yang q..
tebarkan di dalam hatimu
juga akan layu dan mati.





Sebuah hubungan yang baik terjalin
bukan karena kebohongan
tapi karena kejujuran





Sunday, August 16, 2009

Definisi Of Love for Broken Heart ( me )




Love not make me life.....
Hanya orang-orang lemah yang merasakan cinta.

Katanya cinta itu damai
tapi kok ada yang saling benci sati sama laen gara" cinta!
Katanya cinta itu menyembuhkan
tapi knapa masih da orang yang sakit gara" mrasakan cinta!
Katanya cinta itu membuat bahagia
tapi knapa masih da aja orang yang sedih karena cinta!
Katanya cinta itu jujur
tapi knapa ad orang yang berlaku tidak adil hanya demi mendapatkan sebuah cinta!

Cinta itu nista.....!!!!

But love make me soo confused!!!
When it come or when it go away.......
and I hate something that make me soo confused!!!!!!



Thursday, August 13, 2009

Tips Mempercepat Mozilla Firefox Anda Saat Browsing

Firefox.. salah satu browser open source yang paling yahud saat ini menurut saya, bahkan melebihi Internet Explorer bagi saya. Nah.. saya akan memberikan sedikit trik mengenai cara mempercepat Firefox anda dalam browsing di internet dengan seidikit tweak..

Warning : Saya tidak menyarankan untuk melakukan tweaking firefox anda. Tweaking ini sendiri dikeluarkan oleh pengembang firefox jadi bukan sembarang tweaking, namun resiko ditanggung sendiri.

1. Untuk mempercepat browsing :

  1. Ctrl+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .com. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “www.yahoo.com” jadi ketiklah “yahoo” kemudian klik ctrl+enter
  2. Shift+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .net. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “www.telkom.net” jadi ketiklah “telkom” kemudian klik shif+enter
  3. Ctrl+Shift+Enter, ini untuk membuka domain yang menggunakan .org. caranya adalah ketikkan nama domain kemudian klik ctrl+enter. contohnya, anda ingin membuka “www.dikti.org” jadi ketiklah “dikti” kemudian klik Ctrl+Shift+Enter

2. Tweeking Firefox :

  1. Ketik “about:config” di firefox anda kemudian enter
  2. Maka akan keluar sebuah settingan untuk tweaking firefox
  3. Untuk merubahnya, klik 2 kali dan masukkan data perubahannya
  4. Jika data dibawah tidak terdapat dalam settingan default firefox, klik kanan pilih New. Untuk data berupa angka, pilih Integer, untuk true/false pilih Boolean.

- Untuk pengguna DSL :

  1. Set “network.http.pipelining : true”
  2. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  3. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 64″
  4. Set “nglayout.initialpaint.delay : 0″

- Untuk pengguna ADSL :

  1. Set “network.http.max-connections : 64″
  2. Set “network.http.max-connections-per-server : 21″
  3. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 8″
  4. Set “network.http.pipelining : true”
  5. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 100″
  6. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  7. Set “nglayout.initialpaint.delay : 0″

- Untuk pengguna Dial Up

  1. Set “browser.cache.disk_cache_ssl : true”
  2. Set “browser.xul.error_pages.enabled : true”
  3. Set “network.http.max-connections : 32″
  4. Set “network.http.max-connections-per-server : 8″
  5. Set “network.http.max-persistent-connections-per-proxy : 8″
  6. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 4″
  7. Set “network.http.pipelining : true”
  8. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 8″
  9. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  10. Set “plugin.expose_full_path : true”
  11. Set “signed.applets.codebase_principal_support : true”
  12. Set “content.interrupt.parsing : true”
  13. Set “content.max.tokenizing.time : 3000000″
  14. Set “content.maxtextrun : 8191″
  15. Set “content.notify.backoffcount : 5″
  16. Set “content.notify.interval : 750000″
  17. Set “content.notify.ontimer : true”
  18. Set “content.switch.threshold : 750000″

Tapi yang penting ini aja :
  1. Ketik about:config pada address bar (tempat biasa mengisi alamat web) Firefox-mu.
  2. Jika kamu melihat pesan dengan kata-kata: This might void your warranty! maka abaikanlah dan klik: I'll be careful, I promise!
  3. Jika sudah, silakan ketik: network.http di filter bar nanti akan tersortir sendiri preference name yang nama depannya bermula dari awalan "network.http".
  4. Lalu pilih 2 preference name yang perlu diubah settingannya di sini, yaitu:

    • network.http.pipelining
    • network.http.pipelining.maxrequests
  5. Pertama coba klik 2 kali preference: network.http.pipelining, ubah dari value "false" ke value "true", lalu klik 2 kali juga pada preference: network.http.pipelining.maxrequests, dan ubah integer value-nya menjadi 64.
  6. Jika kalian menggunakan internet dengan manual proxy, silakan setting juga preference: network.http.proxy.pipelining, ubah dari value "false" ke value "true".
  7. Jika sudah semuanya, silakan restart ulang Mozilla Firefox-mu (ingat, bukan restart komputer lho) dan hasilnya akan menambah kinerja browser kamu lebih cepat sekitar 10%-25% dari sebelumnya karena memakan sedikit memori.

Sampah




Sampah
Kau yang membuat manusia jadi sakit
Sampah kau adalah sarang penyakit

Tapi itu juga ulah manusia
yang membuang sampah sembarangan

Kenapa manusia selalu membuang sampah sembarangan
Bukankah sudah ada tempat sampahnya
Bukankah lingkungan akan menjadi kotor




Dan kita akan terserang
berbagai macam penyakit
Apabila itu terjadi
maka kita tidak bisa belajar, bekerja dan istirahat
dengan tenang

Mari kita buang sampah pada tempatnya
Bukankah lingkungan akan jadi bersih
Agar kita terhindar dari penyakit
Dan tidak ada lagi sarang penyakit